Rp179,9 Juta Sudah Cair, Genset Tak Kunjung Terlihat! Pengadaan BPKAD Banyuwangi Dipertanyakan
Ycbhmhn.com News | BANYUWANGI – Pengadaan genset senilai Rp179,9 juta di lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banyuwangi kini menuai sorotan. Pasalnya, anggaran disebut telah direalisasikan sepenuhnya, namun keberadaan fisik genset yang menjadi objek pengadaan tersebut belum terlihat di lingkungan kantor BPKAD.
Pengadaan tersebut tercatat dilakukan melalui sistem katalog elektronik (e-Katalog) dengan metode pembelian langsung atau e-purchasing. Pembayaran anggaran tersebut tercantum dalam SP2D Nomor 05876/LS/BPKAD/VL/2026.
Nilai yang direalisasikan mencapai Rp179.900.000. Berdasarkan data yang diperoleh, pembayaran tersebut telah direalisasikan pada 22 Juni 2026, dengan CV Arya Solusi sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pelaksana pengadaan.
Persoalan kemudian muncul ketika awak media melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Uang negara disebut sudah dibayarkan, tetapi barangnya justru belum terlihat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai proses pengadaan, mekanisme pembayaran, keberadaan barang, hingga proses serah terima pekerjaan.
Keterangan Pejabat BPKAD Justru Berbeda
Saat jurnalis ycbhmhn.com News mendatangi kantor BPKAD Banyuwangi untuk melakukan konfirmasi, Kepala BPKAD M. Samsudin tidak berada di tempat.
Video : Klarifikasi pegawai BPKAD terhadap pengadaan genset kepada awak media
Awak media kemudian diarahkan untuk meminta keterangan kepada Kepala Bidang Aset, Eka.
Namun, jawaban yang diberikan justru menimbulkan tanda tanya baru.
“SP2D itu apakah berasal dari kantor kami? Untuk saat ini kami belum mengetahui adanya pengadaan pembelian genset tersebut. Coba konfirmasi ke bagian sekretariat,” ujar Eka.
Pernyataan tersebut menjadi kontras ketika awak media memperoleh keterangan dari pegawai BPKAD lainnya, Helmi.
Helmi justru membenarkan adanya pengadaan genset tersebut.
Menurutnya, genset belum dikirim ke kantor karena belum tersedia ruangan yang memadai untuk menyimpan barang dengan berat lebih dari satu ton tersebut.
Helmi bahkan sempat menunjukkan foto genset melalui telepon selulernya kepada awak media sebagai bentuk bukti bahwa barang tersebut memang ada.
Namun pertanyaan berikutnya menjadi lebih mendasar:
Jika barang memang sudah dibeli dan anggarannya telah dibayarkan, di mana genset tersebut berada?
Genset Tak Terlihat, Serah Terima Dipertanyakan
Tim media kemudian melakukan pengecekan ulang terhadap area gudang dan lingkungan sekitar kantor BPKAD Banyuwangi.
Hasil pengecekan lapangan menunjukkan tidak ditemukan keberadaan fisik genset tersebut di lokasi yang diperiksa.
Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai status barang. Apakah genset masih berada di pihak penyedia? Apakah sudah dikirim tetapi belum ditempatkan di kantor? Ataukah terdapat persoalan lain dalam proses pengadaan tersebut?
Pertanyaan semakin menguat lantaran berdasarkan data dan temuan yang diperoleh awak media, hingga berita ini diterbitkan belum ditemukan adanya proses serah terima pekerjaan antara BPKAD dengan CV Arya Solusi sebagaimana mestinya.
Jika benar pembayaran telah dilakukan sepenuhnya sementara barang belum diterima dan serah terima belum dilaksanakan, maka publik berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pembayaran tersebut.
Tawaran “Uang Bensin” Ditolak Wartawan
Situasi semakin menjadi perhatian ketika awak media hendak meninggalkan lokasi.
Video : Oknum BPKAD berusaha menawarkan sejumlah uang kepada wartawan
Menurut keterangan tim jurnalis yang bertugas, Helmi tiba-tiba menawarkan sejumlah uang dengan alasan untuk biaya bensin kendaraan.
Tawaran tersebut langsung ditolak oleh awak media.
Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri dalam proses peliputan karena terjadi ketika wartawan sedang melakukan konfirmasi terkait pengadaan barang yang bersumber dari keuangan pemerintah daerah.
Publik Berhak Tahu ke Mana Uang Negara Dibelanjakan.
Pengadaan melalui e-Katalog pada prinsipnya ditujukan untuk menciptakan proses pengadaan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Karena itu, ketika muncul persoalan berupa barang yang belum terlihat secara fisik, status pengiriman yang belum jelas, serta serah terima pekerjaan yang masih dipertanyakan, maka wajar apabila publik meminta adanya penjelasan secara terbuka.
Terlebih nilai pengadaan mencapai Rp179,9 juta, yang seluruhnya berasal dari anggaran pemerintah.
Persoalannya bukan sekadar soal genset berada di mana.
Lebih jauh, masyarakat patut mempertanyakan bagaimana proses pengadaan tersebut dilaksanakan, kapan barang sebenarnya diserahkan, siapa yang menerima, apakah spesifikasi barang sesuai kontrak atau pesanan, serta bagaimana proses pertanggungjawaban keuangannya.
Jangan sampai uang negara sudah berpindah tangan, sementara barangnya masih menjadi tanda tanya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak BPKAD maupun CV Arya Solusi masih perlu memberikan penjelasan yang lebih lengkap mengenai status pengadaan tersebut.
Media ycbhmhn.com News membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak BPKAD Kabupaten Banyuwangi maupun CV Arya Solusi untuk memberikan penjelasan secara proporsional kepada masyarakat.
Publik tentu menunggu jawaban:
Rp179,9 juta sudah dibayar, genset belum terlihat—sebenarnya apa yang terjadi?
Bersambung.
Pewarta : (Hidayat/Redaksi)