BUKAN SEKADAR JUARA! ROBOTIK MTsN 1 BANYUWANGI TAKLUKKAN JAWA TIMUR, SAATNYA PRESTASI ANAK-ANAK INI JADI PERHATIAN SERIUS
Ycbhmhn.com News | MALANG, 23 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Banyuwangi di panggung kompetisi teknologi tingkat Jawa Timur. Tim Robotik MTsN 1 Banyuwangi berhasil mengguncang ajang KIDOFUN 2026 dengan merebut Juara 1 Lomba Robot Soccer tingkat pelajar se-Jawa Timur yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Minggu (23/8).
Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi piala bagi madrasah. Prestasi ini menjadi pesan kuat bahwa anak-anak Banyuwangi memiliki kemampuan untuk bersaing di bidang teknologi ketika diberi kesempatan, fasilitas, pendampingan, dan ruang untuk berkembang.
Yang lebih membanggakan, gelar juara diraih oleh Tim 2 MTsN 1 Banyuwangi, yang diperkuat Yusria Zahra Aprillia, siswa kelas 8.4, dan Trexa Alvino Sebastian, siswa kelas 8.8.

Foto : Peraih Juara 1, Tim 2 Yusria Zahra Aprillia, siswa kelas 8.4, dan Trexa Alvino Sebastian, siswa kelas 8.8.
Pada babak final, keduanya harus menghadapi tim tangguh dari SMAN 2 Ponorogo. Pertandingan berlangsung sengit, tetapi Tim 2 MTsN 1 Banyuwangi mampu menunjukkan ketenangan, strategi dan kemampuan teknis hingga akhirnya memastikan diri berdiri di posisi tertinggi.
BANYUWANGI PUNYA TALENTA TEKNOLOGI, JANGAN SAMPAI HANYA DIPUJI SETELAH JUARA
Prestasi ini seharusnya menjadi momentum untuk bertanya lebih jauh: sudahkah potensi anak-anak Banyuwangi di bidang teknologi mendapatkan perhatian yang sepadan?
Sebab, memenangkan kompetisi robotik tingkat Jawa Timur bukan perkara kebetulan. Di balik piala tersebut terdapat latihan, kegagalan, evaluasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah dan kerja keras yang dilakukan berulang kali.
Para siswa bukan hanya belajar menggerakkan robot. Mereka belajar berpikir secara sistematis, menyusun strategi, bekerja dalam tim dan mencari solusi ketika teknologi yang mereka bangun tidak berjalan sesuai harapan.
Karena itu, orang tua dan wali murid patut memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada anak-anak yang memilih mengembangkan kemampuan di bidang sains dan teknologi.
Jangan sampai prestasi seperti ini baru mendapat perhatian ketika sebuah piala sudah berada di tangan.
EMPAT TIM TURUN, SATU TIM BERHASIL MENJADI JUARA
MTsN 1 Banyuwangi tidak hanya mengirim satu tim dalam kompetisi tersebut. Sebanyak empat tim diterjunkan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Tim 1: Daniswara Farzana Yulianto (8.4) dan Muhammad Fakhri Aulia (8.1).
Tim 2: Yusria Zahra Aprillia (8.4) dan Trexa Alvino Sebastian (8.8).
Tim 3: Bagastya Radhika Putra (8.6) dan Fadlan Syaefurrahman (8.6).
Tim 4: Muhammad Bais Nazhirul Amin (8.1) dan Firdaus Bilfaqih Rey Altheza (8.1).

Foto : Tim Robotik MTsN 1 Banyuwangi berfoto didepan gedung Malang Creative Center (MCC) Malang
Kehadiran empat tim tersebut menunjukkan bahwa pembinaan robotik bukan sekadar mengejar satu piala, melainkan membangun ekosistem pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada lebih banyak siswa untuk berkembang.
PEMBINA: HASIL INI LAHIR DARI PROSES DAN KERJA KERAS
Pembina Tim Robotik MTsN 1 Banyuwangi, Ari Soraya Nurilah, S.Pd., mengaku terharu dan bangga melihat perjuangan anak-anak didiknya hingga mampu mencapai podium tertinggi.

Foto : Ari Soraya Nurilah, S.Pd. selaku Pembina Tim Robotik MTsN 1 Banyuwangi
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari komitmen dan latihan intensif yang dijalani para siswa.
“Saya sangat terharu dan jujur tidak menyangka mereka bisa sejauh ini. Usia mereka masih muda, namun semangat pantang menyerah dan kerja keras yang ditunjukkan selama masa persiapan hingga babak final sungguh luar biasa. Kemenangan atas tim papan atas se-Jawa Timur ini adalah bukti bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ujar Ari Soraya usai penyerahan piala di MCC Malang.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ada guru dan pembina yang mendampingi, ada siswa yang berlatih, ada orang tua yang memberikan dukungan dan ada lembaga pendidikan yang menyediakan ruang bagi bakat tersebut untuk tumbuh.
DINAS PENDIDIKAN DAN PEMERINTAH DAERAH JANGAN HANYA MENONTON
Prestasi ini juga layak menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan pendidikan di Banyuwangi.
Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi perlu melihat prestasi ini bukan hanya sebagai kabar gembira, tetapi sebagai peluang untuk memperkuat pendidikan berbasis teknologi.
Robotik, coding, kecerdasan buatan dan teknologi digital merupakan bagian dari kompetensi yang semakin penting bagi generasi masa depan.
Jika anak-anak Banyuwangi mampu mengalahkan tim dari berbagai daerah di Jawa Timur, pertanyaannya sederhana:
Mengapa potensi sebesar ini tidak terus didorong agar bisa naik dari tingkat provinsi menuju tingkat nasional bahkan internasional?
Pemerintah daerah, sekolah, guru, dunia usaha, perguruan tinggi dan orang tua dapat mengambil peran masing-masing untuk menciptakan lebih banyak ruang kompetisi, pelatihan dan pembinaan bagi siswa berbakat.
Jangan sampai anak-anak kita memiliki kemampuan hebat, tetapi harus mencari fasilitas dan kesempatan di luar daerah.
UNTUK PARA SISWA BANYUWANGI: INI SAATNYA BERANI BERMIMPI
Kemenangan Tim Robotik MTsN 1 Banyuwangi juga harus menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya.
Tidak semua siswa harus menjadi juara robotik. Tetapi setiap siswa harus diberikan kesempatan menemukan bidang yang menjadi kekuatannya.
Ada yang unggul dalam olahraga, seni, bahasa, matematika, teknologi, penelitian maupun bidang lainnya.
Pesan terpenting dari kemenangan ini adalah:
Jangan takut mencoba. Jangan takut gagal. Jangan berhenti belajar hanya karena pernah kalah.
Sebab, robot yang berhasil menjuarai kompetisi hari ini juga lahir dari proses panjang berupa percobaan, kesalahan, perbaikan dan latihan.
APRESIASI UNTUK ANAK-ANAK YANG BERANI BERPRESTASI
Kemenangan MTsN 1 Banyuwangi di KIDOFUN 2026 akhirnya bukan hanya tentang dua siswa yang berdiri di podium juara.
Ini adalah cerita tentang potensi generasi muda Banyuwangi.
Cerita tentang guru yang mendampingi.
Cerita tentang orang tua yang memberikan dukungan.
Cerita tentang sekolah yang membuka ruang prestasi.
Dan cerita tentang anak-anak muda yang membuktikan bahwa Banyuwangi tidak kekurangan talenta teknologi.
Kini tinggal bagaimana semua pihak memberikan dukungan agar prestasi tersebut tidak berhenti sebagai berita dan piala.
Karena anak-anak yang hari ini bermain robot, belajar coding dan memecahkan masalah teknologi, bisa jadi adalah orang-orang yang kelak menciptakan teknologi untuk Indonesia.

Foto : All Tim Robotik MTsN 1 Banyuwangi
Maka, selamat untuk Tim Robotik MTsN 1 Banyuwangi. Teruslah berprestasi, karena kemenangan hari ini bukan garis akhir—melainkan awal dari perjalanan yang jauh lebih besar.
Pewarta : (bw/ycbhmhn.com)